Info

OFFICIAL YOGI SELONG

SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA | adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka,tentang kehidupan saya, keinginan saya, dan hal-hal yang saya sukai. selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membaca nya

Sekilas Tentang Selong

Nama Saya Muhammad Yogi Purnama lahir di keluarga sederhana, Saya di lahirkan di Sumedang - Jawa barat, dan di besarkan di Kota yang sederhana yaitu KARAWANG, dulu sekolah di SDN Kiara Payung 1 yang tidak jauh dari kediaman tempat saya di lanjutkan ke SMPN 1 Klari yang mulai mengenal dengan kehidupan anak remaja, di smp saya mendapat banyak masukan, motivasi, dan inspirasi,di smp saya belajar banyak dari PRAMUKA, ilmu yang gak di dapat dari Mata pelajaran biasa di sekolah, sebelumnya saya sempat menajajal masuk ke 3 Besar Barisan PASKIBRA SMPN 1 KLARI ini, namun setelah keluar dari smp saya tidak melanjutkan untuk ikut kegiatan paskibra tersebut, dilanjut ke tingkat yg lebih tinggi yaitu SMKN 1 KARAWANG sebenarnya masih banyak Hal tentang saya namun cukup sekian dan TERIMA KASIH :)

Melangkah Seperti Jarum Detik

“Tolong beri aku waktu! Beri aku kesempatan.”


Kadang kita tak hentinya meminta waktu, meminta kesempatan lagi kepada orang lain, kepada semesta, bahkan kepada Tuhan. Sebuah kesalahan yang sudah kamu lakukan, jika itu diperbuat tanpa ada unsur kesengajaan, hanya mengikuti kata hati, dan itu salah, maka kamu pasti ingin memperbaikinya sepenuh hati.


Namun apa daya? Waktu itu sudah dirancang Tuhan dan dieksekusi semesta berputar searah jarum jam, atau perputaran jarum jam itu sendiri yang mengikuti arah berjalannya waktu. Entahlah, yang pasti waktu terus berjalan, ke depan. Kata “seandainya” takkan pernah habis terlintas dalam benak seseorang yang sudah melakukan kesalahan, tanpa ia sengaja. Kata tersebut sepertinya bergandengan dengan benda nista bernama penyesalan.


Tak sepenuhnya nista. Dalam sebuah penyesalan, meskipun selalu datang terlambat, justru keterlambatan itu yang membuat kita harus lebih berhati-hati. Kamu mungkin bisa memutar jarum jam ke arah yang sebaliknya, tetapi kamu tak akan pernah bisa memutar waktu kembali. Semuanya tak akan pernah sama lagi.


Jika kamu bersungguh memperbaiki kesalahan, maka hal paling masuk akal setelah melewati semua fase “denial” dengan segala “seandainya” dan penyesalan adalah tetap melangkah ke depan, menjadikan yang di belakang sebagai pelajaran. Seperti jarum detik yang terus berjalan, perlahan mengajak jarum menit dan jam maju, melewati semua.


“Karena tak ada yang bisa memperbaiki kesalahan di masa lalu selain perbuatanmu kini, dan di masa depan nanti. Untuk memulainya, kamu sendirilah yang harus memberi waktu untuk dirimu sendiri.”


Selong205.blogspot.com

Penulis : muhammad yogi purnama ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Melangkah Seperti Jarum Detik ini dipublish oleh muhammad yogi purnama pada hari Kamis, 08 Maret 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Melangkah Seperti Jarum Detik
 

0 komentar: